Single point mooring (SPM), disebut juga CALM buoy, adalah sistem tambat satu titik yang membuat kapal — umumnya tanker — bisa bertambat dan memuat di laut terbuka tanpa dermaga sama sekali.
Jawaban singkatnya
Keunggulan utamanya bukan menghemat dermaga, melainkan ini: kapal yang tertambat di satu titik bisa berputar. Ia mengayun mengikuti angin dan arus sehingga selalu menghadap arah beban terkecil — sesuatu yang tidak bisa dilakukan kapal yang terikat sejajar dermaga.
Bagian-bagiannya, dari dasar laut ke atas
| Bagian | Letak | Tugasnya |
|---|---|---|
| Jangkar | Dasar laut | Menahan seluruh sistem; daya cengkeram dari fluke yang membenam |
| Rantai | Dari jangkar ke pelampung | Menyalurkan beban dan membentuk lengkung katenari |
| Midline buoy | Di tengah rantai (bila perlu) | Mengangkat rantai agar tidak menggesek pipa bawah laut |
| Mooring buoy | Permukaan | Ujung terapung; rantai melewati hawse pipe di badannya |
| Tali tambat | Pelampung ke kapal | Satu-satunya bagian yang elastis; menyerap sentakan |
| Quick release hook | Di pelampung (opsional) | Melepas tali bertegangan penuh dari jarak aman |
Kenapa rantai, bukan tali, di bagian bawah
Ini pertanyaan yang paling sering muncul, dan jawabannya menjelaskan seluruh sistem. Jangkar yang ditarik ke atas akan terlepas, berapa pun bobotnya — yang membuatnya menggigit adalah tarikan yang mendatar.
Berat rantai itulah yang mengaturnya. Rantai melengkung ke bawah karena beratnya sendiri, membentuk lengkung katenari, sehingga bagian yang sampai ke jangkar hampir sejajar dasar laut. Tali yang ringan tidak melengkung seperti itu: ia akan menarik jangkar ke atas dan mencabutnya.
Lengkung katenari juga menyerap gerakan: saat kapal terdorong menjauh, yang terjadi lebih dulu adalah lengkungnya menegang — bukan langsung ada sentakan di jangkar.
Kenapa tetap perlu tali di bagian atas
Karena rantai tidak elastis sama sekali. Gelombang dari kapal yang lewat atau hembusan angin mendadak akan diteruskan rantai sebagai beban kejut. Tali menyerapnya lewat regangan, dan itu sebabnya bahan tali menentukan — nylon paling elastis, polyester paling tahan matahari. Rinciannya di jenis tali tambat kapal dan bahannya.
Di mana SPM dipakai
- Terminal minyak dan gas — pemakaian utamanya; muatan mengalir lewat pipa bawah laut dan selang apung
- Pelabuhan dengan air dangkal di tepi — air dalam hanya ada jauh dari pantai
- Tambatan kapal besar di area tanpa fasilitas dermaga
- Wisata bahari dan konservasi — versi jauh lebih kecil, agar kapal tidak membuang jangkar ke karang
Yang menentukan perancangannya
- Kapal terbesar yang dilayani — menentukan beban puncak seluruh rantai komponen
- Kedalaman air — menentukan panjang rantai, dan panjang rantai menentukan radius ayunan kapal
- Angin, arus, dan gelombang maksimum — bukan yang rata-rata
- Jenis dasar laut — menentukan tipe jangkar; perhitungannya di cara memilih ukuran jangkar kapal
- Apa yang ada di dasar laut — pipa atau kabel yang dilintasi menuntut midline buoy
Butir kedua sering terlewat: radius ayunan harus bebas hambatan sepenuhnya, karena kapal akan menempati lingkaran penuh di sekeliling pelampung sepanjang waktu tambatnya.
Rantai dan grade-nya
Rantai mooring memakai tangga grade yang berbeda dari rantai jangkar kapal biasa. Perbedaan U2, U3, dan grade lepas pantai R3–R5 — termasuk satu kesalahpahaman yang beredar luas — dibahas di beda rantai jangkar grade U2 dan U3.
Untuk terminal hidrokarbon, pelepasan darurat adalah bagian dari rancangan sejak awal, bukan tambahan: lihat apa itu quick release hook.
Merancang sistem tambat
Sebutkan kapal terbesar, kedalaman, kondisi cuaca maksimum, dan apa yang ada di dasar laut ke Kemenangan. Seluruh pilihan ada di katalog mooring.
