Pertanyaan ini hampir selalu diajukan sebagai "berapa kilogram jangkar untuk kapal sekian meter". Jawabannya ada, tetapi bobot adalah faktor yang paling sedikit menentukan di antara tiga yang benar-benar berpengaruh.
Jawaban singkatnya
Tiga hal menentukan, berurutan menurut pengaruhnya:
- Panjang dan berat rantai — ini yang membuat tarikan ke jangkar mendatar
- Jenis dasar laut — menentukan tipe fluke yang akan menggigit
- Bobot jangkar — hanya membuatnya turun dan mulai menggigit
Kenapa rantai lebih menentukan daripada jangkar
Jangkar menahan karena fluke-nya membenam. Fluke akan membenam selama tarikannya mendatar, dan akan tercabut begitu tarikannya menyerong ke atas.
Yang menjaga tarikan tetap mendatar adalah berat rantai yang melengkung di dasar laut — lengkung katenari. Rantai yang terlalu pendek membuat sudut tarikan menyerong ke atas, dan jangkar seberat apa pun akan tercabut.
Karena itu, bila tambatan kurang kuat, menambah panjang rantai hampir selalu lebih efektif daripada mengganti jangkar dengan yang lebih berat — dan lebih murah.
Panjang rantai: aturan praktis
| Kondisi | Panjang rantai terhadap kedalaman |
|---|---|
| Tambat sementara, cuaca tenang | 3–4 kali kedalaman |
| Tambat semalam, cuaca normal | 5–7 kali kedalaman |
| Cuaca buruk atau tambat lama | 7–10 kali kedalaman |
Kedalaman yang dipakai adalah kedalaman saat pasang tertinggi, diukur dari titik lepas rantai di kapal — bukan dari permukaan air. Kesalahan yang umum adalah memakai kedalaman rata-rata, yang membuat rantai terlalu pendek justru saat air pasang.
Konsekuensi yang harus ikut dihitung: makin panjang rantai, makin besar radius ayunan. Kapal akan menempati lingkaran penuh di sekeliling jangkarnya, dan lingkaran itu harus bebas dari karang, kapal lain, dan perairan dangkal.
Jenis dasar laut menentukan tipe jangkar
| Dasar laut | Yang terjadi | Tipe yang cocok |
|---|---|---|
| Lumpur | Mudah ditembus, daya tahan dari luas fluke | Danforth — fluke lebar |
| Pasir | Cengkeraman paling baik secara umum | Danforth atau Stockless |
| Kerikil, dasar keras | Fluke lebar sulit menembus | Tipe bajak seperti Flipper Delta |
| Karang | Tidak menggigit — hanya tersangkut | Hindari; pakai pelampung tambat |
| Rumput laut | Fluke tergelincir di atas lapisan akar | Fluke sempit yang bisa menembus |
Baris terakhir dan baris karang adalah alasan mooring buoy dipasang di kawasan konservasi: jangkar di atas karang tidak menahan dengan baik dan merusak karangnya.
Bobot jangkar: patokan awal
Untuk kapal niaga, bobot jangkar ditentukan equipment number dari badan klasifikasi — rumus yang memperhitungkan ukuran lambung dan luas bidang yang terkena angin, bukan sekadar panjang kapal. Nilainya ditetapkan aturan kelas, bukan dipilih.
Untuk kapal kerja dan tambatan non-kelas, patokan awal yang masuk akal: naikkan satu tingkat bila perairannya terbuka, arusnya kuat, atau kapal sering ditinggal bertambat tanpa awak. Tipe-tipe jangkarnya dibahas di jangkar kapal.
Grade rantai, bukan hanya panjangnya
Setelah panjang ditentukan, diameter dan grade rantai menentukan apakah ia sanggup. Perbedaan U2 dan U3 — termasuk satu kesalahpahaman yang beredar luas — dibahas di beda rantai jangkar grade U2 dan U3, dan produknya di rantai jangkar kapal.
Untuk tambatan permanen
Bila yang dirancang adalah tambatan tetap dan bukan jangkar kapal, perhitungannya berbeda: sistemnya menjadi single point mooring, dengan talinya dibahas di jenis tali tambat kapal dan pelepasan daruratnya di apa itu quick release hook.
Menentukan ukuran
Sebutkan jenis dan bobot kapal, kedalaman saat pasang tertinggi, jenis dasar laut, dan apakah kapal ditinggal bertambat ke Kemenangan. Seluruh pilihan ada di katalog mooring.
