Tali adalah satu-satunya bagian sistem tambat yang elastis, dan itulah fungsinya. Rantai dan bollard meneruskan sentakan; tali menyerapnya. Karena itu pemilihan bahan bukan soal harga per meter, melainkan soal sifat apa yang paling dibutuhkan di lokasi tersebut.
Jawaban singkatnya
Polypropylene untuk kapal kerja dan anggaran terbatas. Nylon bila sentakan adalah masalahnya. Polyester bila tali akan terpapar matahari lama. HMPE bila bobot tali sendiri sudah menjadi masalah penanganan.
Empat bahan, dan apa yang ditukar
| Bahan | Regangan | Tahan UV | Mengapung | Harga |
|---|---|---|---|---|
| Polypropylene (PP) | Sedang | Paling rendah | Ya | Paling murah |
| Nylon (PA) | Paling tinggi | Sedang | Tidak | Sedang |
| Polyester (PES) | Rendah | Tinggi | Tidak | Sedang |
| HMPE | Sangat rendah | Tinggi | Ya | Paling mahal |
Polypropylene
Mengapung, murah, dan tahan bahan kimia serta minyak. Dipakai luas pada kapal kerja, tugboat, dan tongkang. Kelemahannya satu dan besar: paling cepat rusak terkena sinar matahari, dan kerusakannya tidak terlihat dari luar sampai tali putus. Jenis multifilament lebih tahan gesekan dan sentakan daripada monofilament.
Nylon
Paling elastis, sehingga penyerap sentakan terbaik. Dipilih untuk perairan berombak, tambatan terbuka, dan tambat ke pelampung — keadaan ketika beban datang sebagai hentakan berulang, bukan tarikan tetap.
Satu hal yang harus diperhitungkan: kekuatan nylon turun sekitar 10–15% saat basah. Itu bukan cacat, tetapi harus masuk hitungan saat menentukan ukuran — dan tali tambat pada dasarnya selalu basah.
Polyester
Kompromi yang seimbang: jauh lebih tahan sinar matahari dan gesekan daripada nylon, dengan regangan lebih kecil. Pilihan yang benar untuk tambatan permanen dan dermaga yang terpapar matahari. Tersedia konstruksi 8 strand atau double braid.
HMPE
Sekuat kawat baja pada bobot jauh lebih ringan, tidak menyerap air sama sekali, dan mengapung. Dipakai pada tanker besar dan LNG, di mana bobot tali itu sendiri menjadi batas penanganan yang aman — tali baja dengan kekuatan setara terlalu berat untuk ditangani manusia.
Mahal, dan peka terhadap panas: gesekan yang menimbulkan panas bisa melemahkannya.
Kesalahan yang paling sering terjadi
Memakai polypropylene untuk tambatan permanen di dermaga terbuka. Harganya paling murah dan talinya mengapung, jadi terlihat sebagai pilihan yang masuk akal — tetapi sinar matahari merusaknya jauh lebih cepat daripada yang diperkirakan, dan tali yang tampak baik dari luar bisa sudah kehilangan sebagian besar kekuatannya.
Untuk pemakaian itu, polyester adalah jawabannya meski harganya lebih tinggi.
OCIMF dan umur pakai
Terminal minyak dan gas umumnya mensyaratkan tali sesuai pedoman OCIMF, yang menentukan kekuatan minimum, cara pengujian, serta pencatatan dan penggantian tali.
Bagian terakhir itu yang sering diabaikan: tali tambat punya umur pakai, dan kerusakannya sebagian besar terjadi di dalam — dari sinar matahari dan gesekan antar serat. Tali yang mulus di permukaan bisa sudah jauh melemah. Pencatatan umur bukan formalitas administratif, melainkan satu-satunya cara mengetahuinya.
Lace on float
Pelampung yang dipasang di sepanjang tali agar tali tetap di permukaan. Tali yang tenggelam bisa terlilit baling-baling saat kapal meninggalkan tambatan — salah satu kecelakaan tambat yang paling sering terjadi. Untuk bahan yang tidak mengapung sendiri seperti nylon dan polyester, ini bukan aksesori tambahan.
Tali dalam sistem tambat
Tali menyambung ke bollard di dermaga, atau ke quick release hook di terminal migas, atau ke mooring buoy pada tambatan lepas pantai. Cara ketiganya bekerja bersama dibahas di cara kerja single point mooring, jangkarnya di cara memilih ukuran jangkar kapal, dan rantainya di beda rantai jangkar U2 dan U3. Pelepasan daruratnya di apa itu quick release hook.
Memilih tali
Sebutkan ukuran kapal, apakah tambatan permanen atau sementara, tingkat paparan matahari, dan apakah terminal mensyaratkan OCIMF ke Kemenangan. Produknya di tali tambat kapal.
Rujukan
- OCIMF — Oil Companies International Marine Forum — ocimf.org
