katarame

Karakteristik Lampu Suar: Arti Kode Fl, Oc, Iso, dan Q

Kemenangan··Diperbarui

Arti kode Fl, Oc, Iso, Q, dan LFl pada lampu suar. Cara membaca Fl(2) R 10s 15m 6M, periode, serta ritme lampu kardinal IALA Region A.

Dua pelampung suar bisa sama-sama berwarna merah, sama-sama menyala merah, dan tetap berarti dua hal yang berbeda. Yang membedakannya adalah karakteristik lampu — pola nyala dan gelapnya. Pola itu adalah cara sebuah sarana bantu navigasi menyebutkan namanya sendiri di malam hari, saat bentuk dan warnanya belum bisa dipastikan dari kejauhan.

Jawaban singkatnya

Kode Fl, Oc, Iso, dan Q semuanya menjelaskan satu hal yang sama: perbandingan antara lama menyala dan lama gelap.

  • Fl — menyala lebih sebentar daripada gelap
  • Oc — menyala lebih lama daripada gelap
  • Iso — menyala dan gelap sama panjang
  • Q — kedipan cepat, 50 sampai 79 kali per menit

Sisanya hanyalah variasi dari empat pola itu: dipanjangkan (LFl), dipercepat (VQ, UQ), dikelompokkan (Fl(2)), atau diputus (IQ).

Tabel kode karakteristik lampu

Singkatan di bawah ini dipakai pada peta laut dan pada spesifikasi lentera. Keduanya memakai kosakata yang sama, jadi tabel ini bisa dibaca dua arah — dari peta ke lampu yang harus dipasang, atau dari lampu yang tersedia ke apa yang akan terbaca di peta.

KodeNamaArti
FFixedMenyala terus, tidak berkedip
FlFlashingLama menyala lebih pendek daripada lama gelap
LFlLong FlashingSatu kedipan panjang, minimal 2 detik
OcOccultingLama menyala lebih panjang daripada gelap — kebalikan Fl
IsoIsophaseMenyala dan gelap sama panjang
QQuick50–79 kedip per menit (umumnya 50 atau 60)
VQVery Quick80–159 kedip per menit (umumnya 100 atau 120)
UQUltra Quick160 kedip per menit atau lebih
IQInterrupted QuickKedipan cepat yang diputus jeda gelap
Mo(A)MorseBerkedip membentuk huruf Morse, misalnya A = titik-garis
AlAlternatingBerganti warna dalam satu siklus
FFlFixed and FlashingNyala tetap dengan kedipan yang lebih terang

Perlu dicatat, Oc dan Fl sering tertukar. Keduanya sama-sama "berkedip" bagi mata awam. Bedanya jelas kalau diukur: pada Oc, lampu lebih sering menyala daripada gelap, sehingga dari kejauhan terlihat seperti lampu tetap yang sesekali padam.

Cara membaca satu baris lengkap

Pada peta laut, karakteristik ditulis sebagai satu baris ringkas. Contoh:

Fl(2) R 10s 15m 6M

BagianArti
Fl(2)Berkedip dua kali dalam satu kelompok (group flashing)
RWarna merah. G = hijau, W = putih, Y = kuning, Bu = biru
10sPeriode 10 detik — satu siklus penuh, termasuk jeda gelapnya
15mTinggi lampu 15 meter di atas datum ketinggian peta
6MJarak tampak nominal 6 mil laut

Dibaca utuh: lampu merah yang berkedip dua kali setiap sepuluh detik, dipasang lima belas meter di atas permukaan air, dan masih terlihat sampai enam mil laut.

Satu kesalahpahaman yang sering terjadi: angka meter adalah tinggi lampunya, bukan tinggi bangunannya. Sebuah menara setinggi 20 meter yang lampunya dipasang di ketinggian 15 meter tetap ditulis 15m. Yang dihitung adalah titik cahayanya, karena itulah yang menentukan sejauh mana ia terlihat di balik lengkung bumi.

Periode bukan jumlah kedipan

Ini yang paling sering keliru. Periode adalah waktu satu siklus penuh, dihitung dari awal kedipan pertama sampai tepat sebelum kedipan pertama berikutnya — termasuk jeda gelap panjang di antaranya.

Jadi Fl(3) 15s bukan berarti tiga kedipan yang masing-masing berjarak 15 detik. Artinya: tiga kedipan berdekatan, lalu gelap, dan seluruh rangkaian itu berulang setiap 15 detik. Menghitungnya di laut dilakukan dengan stopwatch dari kedipan pertama satu kelompok ke kedipan pertama kelompok berikutnya.

Ritme lampu pelampung menurut IALA Region A

Indonesia memakai IALA Region A. Ritme di bawah ini mengikat — sebuah pelampung kardinal tidak boleh memakai pola bebas, karena polanya itulah yang menyatakan arah aman. Untuk arti warna dan bentuk top mark-nya, lihat arti warna pelampung suar.

TandaWarna lampuRitme
Lateral sisi kiri alurMerahBebas — umumnya Fl R
Lateral sisi kanan alurHijauBebas — umumnya Fl G
Alur utama di sebelah kananMerahFl(2+1) R
Alur utama di sebelah kiriHijauFl(2+1) G
Kardinal UtaraPutihQ atau VQ, tanpa putus
Kardinal TimurPutihQ(3) 10s atau VQ(3) 5s
Kardinal SelatanPutihQ(6) + LFl 15s atau VQ(6) + LFl 10s
Kardinal BaratPutihQ(9) 15s atau VQ(9) 10s
Bahaya terpencilPutihFl(2)
Perairan amanPutihIso, Oc, LFl 10s, atau Mo(A)
Tanda khususKuningFl Y — ritme apa pun yang tidak dipakai tanda lain
Kerangka daruratBiru dan kuningAl Bu Y 3s

Perhatikan bahwa hanya tanda lateral dan tanda khusus yang boleh memakai ritme bebas. Empat kardinal, bahaya terpencil, dan perairan aman punya ritme yang sudah ditetapkan, dan memakainya untuk keperluan lain akan membuat pelampung itu berbohong kepada kapal yang melihatnya.

Trik jam untuk pelampung kardinal

Ritme kardinal terlihat acak sampai dilihat sebagai muka jam:

  • Utara berada di posisi jam 12 — kedipan terus-menerus, tanpa kelompok
  • Timur di posisi jam 3 — tiga kedipan
  • Selatan di posisi jam 6 — enam kedipan
  • Barat di posisi jam 9 — sembilan kedipan

Kardinal selatan menambahkan satu kedipan panjang setelah enam kedipan cepatnya, dan itu bukan hiasan. Enam dan sembilan kedipan cepat sulit dibedakan saat dihitung di laut yang bergelombang; kedipan panjang di ujung berfungsi sebagai tanda selesai, sehingga hitungan enam tidak terbaca sebagai sembilan. Salah membacanya berarti melewati bahaya di sisi yang salah.

Jarak tampak: nominal, bukan yang akan Anda lihat

Angka 6M pada peta adalah jarak tampak nominal — jarak saat jarak pandang meteorologi 10 mil laut. Ia mengukur kekuatan lampunya, bukan jaminan lapangan.

Dua hal memotongnya di dunia nyata. Pertama, cuaca: hujan atau kabut menurunkannya drastis. Kedua, lengkung bumi. Jarak geografis dihitung kira-kira 2,08 × √tinggi dalam meter, lalu dijumlahkan antara tinggi lampu dan tinggi mata pengamat.

Perhitungan itu penting justru untuk pelampung, karena lampunya rendah. Lampu pelampung yang hanya 3 meter di atas air sudah habis pada sekitar 3,6 mil laut; ditambah pengamat di anjungan setinggi 3 meter, totalnya sekitar 7 mil laut — berapa pun terangnya lentera yang dipasang. Yang berlaku selalu yang lebih kecil antara jarak nominal dan jarak geografis, sehingga memasang lentera 12 mil laut di atas pelampung rendah tidak menambah apa pun yang bisa dilihat.

Karena itu alur yang aman jarang bergantung pada satu jenis sarana saja. Saat kabut membuat semua yang visual tidak berguna, yang tersisa adalah yang elektronik dan audible — lihat apa itu RACON radar beacon dan pembagian jenis SBNP di SBNP sarana bantu navigasi pelayaran.

Menentukan karakteristik saat memesan lentera

Karakteristik bukan pengaturan yang dipilih belakangan — ia bagian dari spesifikasi pesanan. Yang perlu ditentukan sejak awal:

  1. Ritme dan periode — misalnya Fl(2) 10s. Kalau menggantikan unit lama, ritmenya harus sama persis, karena peta laut dan buku suar sudah mencantumkannya
  2. Warna — merah, hijau, putih, atau kuning, mengikuti jenis tandanya
  3. Jarak tampak dalam mil laut, yang menentukan kelas lentera
  4. Area berbahaya — terminal migas memerlukan varian Ex yang bersertifikat untuk Zone 1

Lentera rambu suar lampu navigasi laut tersedia dengan jarak tampak sampai 12 mil laut dan ritme yang dapat diprogram, termasuk varian tahan ledakan. Lenteranya dipasang di atas pelampung suar SBNP atau pada bangunan tetap — perbedaan ketiga jenis bangunan itu dibahas di beda menara suar, rambu suar, dan pelampung suar. Untuk tanda yang bukan alur pelayaran, seperti batas area kerja atau titik pengambilan air, gunakan pelampung tanda khusus dengan lampu kuning.

Rujukan

Paling sering ditanya

Apa arti Fl pada peta laut?

Fl adalah singkatan dari flashing, yaitu lampu yang lama menyalanya lebih pendek daripada lama gelapnya. Fl(2) berarti dua kedipan dalam satu kelompok, dan angka detik di belakangnya adalah periode satu siklus penuh.

Apa bedanya Fl, Oc, dan Iso?

Ketiganya dibedakan dari perbandingan nyala dan gelap. Pada Fl nyala lebih pendek daripada gelap, pada Oc nyala lebih panjang daripada gelap, dan pada Iso keduanya sama panjang. Oc sering terlihat seperti lampu tetap yang sesekali padam.

Apa arti Fl(2) R 10s 15m 6M?

Lampu merah yang berkedip dua kali setiap sepuluh detik, dengan titik cahaya 15 meter di atas datum ketinggian peta, dan jarak tampak nominal 6 mil laut. Angka meter adalah tinggi lampunya, bukan tinggi bangunannya.

Kenapa pelampung kardinal selatan punya kedipan panjang?

Untuk membedakannya dari kardinal barat. Enam dan sembilan kedipan cepat sulit dihitung di laut bergelombang, sehingga satu kedipan panjang ditambahkan di ujung rangkaian selatan sebagai penanda selesai.

Apakah ritme lampu pelampung boleh dipilih bebas?

Hanya untuk tanda lateral dan tanda khusus. Empat pelampung kardinal, bahaya terpencil, dan perairan aman memakai ritme yang sudah ditetapkan IALA, karena ritme itulah yang menyatakan arah aman kepada kapal.

Produk terkait

Produk yang relevan dengan halaman ini. Bandingkan spesifikasi dan harga, lalu hubungi penjualnya langsung.

Penjual terkait

Toko dengan produk sejenis. Telusuri katalog lengkap tiap penjual.

Artikel terkait

Panduan dan penjelasan seputar topik ini, untuk membantu sebelum memilih produk atau penjual.

Kemenangan