Ketiganya sama-sama SBNP visual dan sama-sama memancarkan cahaya, sehingga sering dianggap sekadar berbeda ukuran. Bukan itu yang membedakannya.
Jawaban singkatnya
Yang membedakan adalah jarak tampak minimum, dan angkanya ditetapkan PP 5/2010 Pasal 21 — bukan istilah longgar, melainkan syarat. Menara suar ≥ 20 mil laut, rambu suar ≥ 10 mil laut, pelampung suar ≥ 4 mil laut.
| Jenis SBNP | Bentuk | Jarak tampak minimum |
|---|---|---|
| Menara Suar | Bangunan tetap di darat atau karang | ≥ 20 mil laut |
| Rambu Suar | Bangunan tetap, lebih kecil dari menara | ≥ 10 mil laut |
| Pelampung Suar | Terapung, ditambat ke dasar laut | ≥ 4 mil laut |
| Tanda Siang | Terapung atau tetap, tanpa lampu | Hanya siang hari |
Perbedaan yang mengikuti dari angka itu
| Aspek | Menara Suar | Rambu Suar | Pelampung Suar |
|---|---|---|---|
| Jarak tampak | ≥ 20 mil laut | ≥ 10 mil laut | ≥ 4 mil laut |
| Konstruksi | Bangunan tetap tinggi | Bangunan tetap, lebih rendah | Terapung, ditambat |
| Letak | Daratan, tanjung, karang | Daratan, pemecah gelombang, karang | Di dalam air |
| Fungsi utama | Penunjuk daratan dari laut lepas | Menandai titik tetap dekat pantai | Menandai tepi alur dan bahaya |
| Bisa dipindah | Tidak | Tidak | Ya — ikut perubahan alur |
| Sumber daya | Jaringan listrik atau surya | Umumnya surya | Surya, mandiri |
Kenapa tinggi menentukan jarak tampak
Ini penyebab yang sering terlewat. Jarak tampak sebuah lampu di laut dibatasi dua hal: kekuatan cahayanya, dan lengkung bumi. Lampu yang sangat terang di ketinggian tiga meter tetap hilang di balik cakrawala pada jarak tertentu, berapa pun lumennya.
Karena itu menara suar dibangun tinggi, dan karena itu pula pelampung suar — yang lampunya hanya beberapa meter di atas air — secara fisik tidak akan pernah mencapai 20 mil laut. Perbedaan ketiganya berakar pada geometri, bukan pada pilihan perancang.
Istilah yang membingungkan di pasar
Satu hal yang perlu ditegaskan sebelum memesan: secara peraturan, rambu suar adalah bangunannya, bukan lampunya. Lampu yang dipasang di atasnya disebut lentera atau lampu suar.
Di pasar, "rambu suar" sering dipakai untuk menyebut unit lampunya saja, sehingga pembeli yang mencari bangunan lengkap dan pembeli yang mencari lampunya memakai kata yang sama. Saat meminta penawaran, sebutkan mana yang dibutuhkan — unit lampunya ada di rambu suar lampu navigasi laut.
Kapan memakai yang mana
- Menara suar — bila kapal perlu mengenali daratan dari laut lepas, jauh sebelum masuk alur.
- Rambu suar — bila ada titik tetap yang harus ditandai dan bisa dibangun di atasnya: ujung pemecah gelombang, karang, tanjung.
- Pelampung suar — bila airnya terlalu dalam untuk membangun, atau bila tanda harus bisa dipindahkan saat alur berubah setelah pengerukan atau pendangkalan. Lihat pelampung suar.
Poin terakhir sering menentukan: alur yang dikeruk berubah letaknya, dan bangunan tetap tidak bisa mengikuti.
Yang tidak ada dalam daftar ini
Ketiganya SBNP visual, dan semuanya gagal pada saat yang sama: kabut. Untuk itu ada SBNP elektronik seperti RACON dan SBNP audible seperti fog horn. Kerangka lengkapnya di apa itu SBNP, dan kode warnanya di arti warna pelampung suar.
Menentukan pilihan
Sebutkan kedalaman air, jarak dari mana tanda harus terlihat, dan apakah alurnya berpotensi berubah ke Kemenangan. Perizinannya dibahas di izin pengadaan SBNP, dan seluruh pilihan ada di katalog navigasi.
