Sebuah perahu menjadi perahu motor pada satu langkah: saat mesin tempel dipasang di transomnya. Langkah itu terlihat sederhana — dua klem, empat baut — tapi keberhasilannya ditentukan sebelum mesin dibeli, oleh satu ukuran yang sering tidak pernah diukur siapa pun.
Perahu motor yang larinya lambat, boros bahan bakar, atau mesinnya cepat panas hampir selalu bermasalah pada ukuran itu — bukan pada mesinnya, dan bukan pula pada perahunya.
Jawaban singkatnya
Ukur tinggi transom perahu Anda, lalu beli mesin dengan kode shaft yang cocok:
- Transom 15 inci → mesin short shaft (S)
- Transom 20 inci → mesin long shaft (L)
- Transom 25 inci → mesin extra long shaft (X)
Panjang shaft bukan pilihan selera dan bukan pula sesuatu yang bisa disesuaikan belakangan. Ia adalah dimensi tetap mesin, dan salah memilihnya berarti mesin harus ditukar.
Tabel panjang shaft mesin tempel
Kode huruf berbeda-beda antar merek — 25 inci ditulis X, XL, atau UL tergantung brosurnya — tapi angkanya sama di semua produsen:
| Kode | Nama | Tinggi transom | Dalam mm |
|---|---|---|---|
| S | Short shaft | 15 inci | ± 381 mm |
| L | Long shaft | 20 inci | ± 508 mm |
| X, XL, UL | Extra long shaft | 25 inci | ± 635 mm |
| U, UUL | Ultra long shaft | 30 inci | ± 762 mm |
Dua ukuran teratas mencakup hampir semua perahu kerja di Indonesia. Extra long dan ultra long umumnya dipakai kapal berlambung dalam atau pemasangan bertingkat, bukan perahu nelayan atau perahu kerja.
Cara mengukur tinggi transom
Pengukurannya tegak lurus, bukan menyusuri badan perahu:
- Cari titik tengah transom, tempat mesin akan diklem
- Ukur vertikal ke bawah dari sisi atas transom sampai titik terendah lambung di garis tengah
- Jangan mengikuti kemiringan transom — yang diukur adalah jarak tegak, bukan panjang permukaannya
Angka yang keluar jarang bulat. Transom 16,5 inci tetap memakai short shaft; yang dicari adalah ukuran standar terdekat, bukan yang persis sama. Kalau hasilnya jatuh di tengah antara 15 dan 20 inci, ukur ulang — biasanya pengukuran mengikuti kemiringan transom, bukan tegak lurus.
Setinggi apa mesin harus duduk
Patokannya bukan badan mesin, melainkan pelat datar lebar tepat di atas baling-baling: anti-ventilation plate. Pelat itu harus sejajar dengan dasar lambung, sampai paling banyak 25 mm di bawahnya.
Pada perahu cepat berlambung planing, pelat boleh sedikit lebih tinggi karena lambung terangkat saat melaju. Pada perahu kerja yang berjalan pelan dan bermuatan, sejajar adalah titik amannya.
Kalau tingginya salah
| Gejala | Terlalu tinggi | Terlalu rendah |
|---|---|---|
| Baling-baling | Menarik udara permukaan, dorongan hilang | Tetap menggigit, tapi berat |
| Putaran mesin | Melonjak tanpa penambahan kecepatan | Sulit mencapai RPM penuh |
| Pendinginan | Pompa air bisa di atas permukaan — mesin overheat | Normal |
| Kecepatan | Turun karena slip | Turun karena hambatan |
| BBM | Boros karena putaran tinggi sia-sia | Boros karena beban |
| Lain-lain | Impeller cepat rusak | Semprotan air naik ke perahu |
Satu baris di tabel itu jauh lebih mahal daripada yang lain untuk sebuah perahu motor. Mesin tempel mengambil air pendingin lewat lubang di bagian bawah kaki; kalau lubang itu berada di atas permukaan air, mesin berjalan tanpa pendinginan sama sekali. Kerusakannya terjadi dalam hitungan menit, bukan jam. Perawatan rutin tidak menolong di sini — lihat cara perawatan mesin tempel untuk yang memang bisa dicegah.
Ventilasi, bukan kavitasi
Gejala baling-baling yang kehilangan gigitan hampir selalu disebut "kavitasi", termasuk oleh sebagian bengkel. Istilah itu keliru untuk kasus ini.
- Ventilasi — baling-baling menyedot udara dari permukaan. Inilah yang terjadi kalau mesin dipasang terlalu tinggi, dan inilah sebabnya pelat di atas baling-baling bernama anti-ventilation plate
- Kavitasi — air menguap karena tekanan turun di permukaan daun baling-baling. Penyebabnya bentuk atau kerusakan daun, bukan tinggi pemasangan
Bedanya bukan soal istilah. Ventilasi diperbaiki dengan menurunkan dudukan mesin; kavitasi tidak, dan menurunkan mesin hanya menambah hambatan tanpa menyelesaikan apa pun.
Perahu karet: transom kayu atau bracket
Perahu karet punya aturan sendiri, dan di sinilah kesalahan pembelian paling sering terjadi.
- Perahu karet bertransom kayu atau aluminium umumnya dirancang untuk short shaft (15 inci). Membeli long shaft untuk perahu karet adalah kekeliruan klasik — kakinya terlalu dalam, hambatannya besar, dan buritan tertarik ke bawah
- RIB berukuran besar dengan lambung kaku bisa memakai long shaft; ukur, jangan diasumsikan dari jenisnya
- Perahu karet tanpa transom memerlukan motor mount bracket yang dijepit ke tabung, dan hanya sanggup menahan mesin kecil
Karakter perahu karet dibanding lambung kaku dibahas di perahu karet vs perahu plastik PE.
Perahu plastik PE
Perahu berbahan polyethylene datang dengan transom plate terpasang, sehingga mesin bisa langsung diklem tanpa penguatan tambahan — berbeda dari perahu kayu yang transomnya sering perlu diperkuat lebih dulu. Perahu plastik PE Keman Boat tersedia dengan transom plate kayu pada seluruh ukurannya; tinggi transom tiap ukuran sebaiknya dipastikan langsung ke penjual sebelum memesan mesin, karena angka itulah yang menentukan kode shaft.
Jenis lambung dan bahannya dibahas di perahu plastik PE.
Setelah tinggi benar
- Klem atau baut. Mesin kecil cukup diklem; mesin besar dibaut tembus transom, empat titik, dengan sealant di setiap lubang
- Sudut trim. Pin trim mengatur kemiringan mesin terhadap transom. Terlalu masuk membuat haluan menancap, terlalu keluar membuat haluan terangkat berlebihan. Inilah penyetelan yang menentukan sikap perahu motor saat melaju
- Tali pengaman. Klem bisa kendur oleh getaran. Tali baja ke tulangan buritan adalah pengaman terakhir sebelum mesin tenggelam
Memilih mesinnya
Dua angka memutuskan pilihan mesin perahu, dan keduanya berdiri sendiri. Panjang shaft menentukan apakah mesin bisa dipasang; daya menentukan seberapa berguna setelah terpasang. Keduanya dipilih terpisah — perhitungan daya ada di cara memilih HP mesin tempel, dan jenis penggerak selain tempel dibandingkan di mesin perahu: jenis tenaga penggerak kapal.
Untuk perahu kerja dan perahu plastik PE berukuran sedang, mesin tempel perahu 9.8 HP dan 15 HP Enduro adalah rentang yang paling sering dipakai. Perahu yang lebih besar atau bermuatan berat naik ke 40 HP ke atas. Cara kerja dan bagian-bagiannya dijelaskan di mengenal mesin tempel.
