katarame

Bagaimana BMKG Memprediksi Cuaca? Dari Balon Udara sampai Prakiraan Harian

Viktori Keman Tradindo·

Cara BMKG menyusun prakiraan cuaca: pengamatan permukaan dan udara atas, balon radiosonde, model numerik, lalu analisis prakirawan sebelum ramalan terbit.

Prakiraan cuaca BMKG muncul di layar sebagai satu baris pendek — "hujan ringan, siang hari". Di belakang baris itu ada rangkaian pekerjaan yang dimulai jauh sebelum ramalannya ditulis, dan sebagian besarnya adalah pengukuran, bukan peramalan.

Jawaban singkatnya

BMKG menyusun prakiraan cuaca dalam empat tahap:

  1. Mengamati keadaan atmosfer saat ini — di permukaan dan di ketinggian
  2. Mengumpulkan data itu bersama data dari seluruh dunia
  3. Menghitung kelanjutannya dengan model numerik
  4. Menafsirkan hasil hitungan itu oleh prakirawan sebelum diterbitkan

Ramalan cuaca pada dasarnya adalah perhitungan fisika atas keadaan atmosfer yang terukur. Mutunya ditentukan lebih dulu oleh mutu pengukurannya.

Tahap 1: mengamati atmosfer

BMKG mengamati cuaca dari beberapa lapis sekaligus, karena tidak ada satu alat pun yang melihat semuanya:

  • Stasiun permukaan — suhu, kelembapan, tekanan, angin, dan curah hujan di ketinggian manusia
  • Radar cuaca — menyapu langit dan membaca butiran hujan serta es di dalam awan
  • Satelit — mengamati dari orbit, terutama puncak awan dan suhunya
  • Pengamatan udara atas — balon yang dilepas menembus atmosfer sambil mengukur

Tiga yang pertama mengamati dari jauh. Hanya yang terakhir mengukur dari dalam atmosfer itu sendiri.

Tahap 2: kenapa balon masih dilepas setiap hari

Satelit membaca puncak awan, radar membaca butiran air. Keduanya tidak memberi tahu suhu dan kelembapan di antara permukaan dan puncak awan — padahal justru di situlah hujan terbentuk atau batal terbentuk.

Balon yang membawa radiosonde menjawab itu. Selama naik, radiosonde mengirim bacaan tekanan, suhu, kelembapan, dan angin ke penerima di darat, menghasilkan satu profil tegak atmosfer dari permukaan sampai belasan kilometer. Profil itu memperlihatkan lapisan mana yang lembap, di ketinggian berapa suhu turun melewati titik beku, dan seberapa labil udaranya — tiga hal yang menentukan apakah hari itu akan hujan.

Jenis balon yang dipakai dan cara kerjanya dibahas di fungsi balon Totex.

Tahap 3: kenapa jamnya aneh

Pengamatan udara atas tidak dilakukan sembarang waktu. Jadwalnya mengikuti standar Organisasi Meteorologi Dunia, dan itulah sebabnya jam di Indonesia terasa ganjil:

PengamatanWaktu UTCWaktu WIB
Radiosonde00 dan 12 UTC07.00 dan 19.00
Pibal06 dan 18 UTC13.00 dan 01.00

Alasannya satu: model cuaca memerlukan potret atmosfer dunia yang diambil pada saat yang sama. Udara di atas Jakarta hari ini adalah udara yang kemarin berada di tempat lain, sehingga ramalan untuk Indonesia memerlukan keadaan atmosfer di luar Indonesia juga. Balon di Jakarta, Tokyo, dan Nairobi karena itu dilepas pada detik yang kurang lebih sama, lalu hasilnya dipertukarkan antarnegara.

Jadwal pibal berbeda-beda antar stasiun — sebagian melepasnya empat kali sehari, sebagian hanya pada jam yang tidak bertabrakan dengan radiosonde. Jadwal pasti sebuah stasiun sebaiknya ditanyakan langsung ke stasiun meteorologi setempat.

Tahap 4: model numerik

Hasil pengamatan dimasukkan ke model numerik — program yang membagi atmosfer menjadi kotak-kotak tiga dimensi, lalu menghitung bagaimana udara di tiap kotak bergerak, memanas, dan melepaskan uap air pada langkah waktu berikutnya.

Di sinilah sifat ramalan cuaca ditentukan. Model menghitung maju dari keadaan awal, sehingga kesalahan kecil pada keadaan awal membesar seiring waktu. Itulah sebabnya prakiraan untuk besok jauh lebih dapat diandalkan daripada prakiraan untuk sepuluh hari lagi — bukan karena modelnya lemah, tetapi karena atmosfer memang bersifat demikian.

Tahap 5: prakirawan

Keluaran model bukan ramalan jadi. Seorang prakirawan membandingkan beberapa model, memeriksa apakah hasilnya masuk akal terhadap pengamatan terakhir, dan menyesuaikannya dengan keadaan setempat yang tidak tertangkap kotak model — gunung, garis pantai, dan angin lokal.

Barulah setelah itu prakiraan diterbitkan, bersama peringatan dini bila ada potensi cuaca ekstrem.

Kenapa prakiraan bisa meleset

  • Jarak antar pengamatan. Atmosfer diukur di titik-titik yang berjauhan, sedangkan di antaranya hanya diperkirakan
  • Ukuran kotak model. Awan hujan tunggal bisa lebih kecil daripada satu kotak, sehingga tidak terwakili utuh
  • Waktu. Semakin jauh ke depan, semakin besar selisih yang menumpuk

Prakiraan cuaca karena itu paling tepat dibaca sebagai peluang, bukan kepastian. Untuk kondisi terkini di wilayah Anda, rujuk laman resmi BMKG.

Perlengkapan pengamatan

Balon Totex meteorologi jenis pibal dan rason tersedia dari Viktori Keman Tradindo. Bagaimana BMKG menetapkan awal musim — sebuah perhitungan yang berbeda dari prakiraan harian — dibahas di kapan musim hujan di Indonesia.

Paling sering ditanya

Bagaimana BMKG memprediksi cuaca?

BMKG mengamati keadaan atmosfer lewat stasiun permukaan, radar, satelit, dan balon udara atas, lalu memasukkan data itu ke model numerik yang menghitung kelanjutannya. Hasil hitungan tersebut ditafsirkan prakirawan sebelum prakiraan diterbitkan.

Kenapa BMKG melepas balon cuaca setiap hari?

Karena satelit hanya membaca puncak awan dan radar hanya membaca butiran hujan. Balon yang membawa radiosonde mengukur tekanan, suhu, kelembapan, dan angin di sepanjang ketinggian, menghasilkan profil tegak atmosfer yang tidak bisa didapat dengan cara lain.

Jam berapa balon radiosonde dilepas?

Umumnya pada 00 dan 12 UTC mengikuti standar Organisasi Meteorologi Dunia, yaitu pukul 07.00 dan 19.00 WIB. Pengamatan pibal biasanya pada 06 dan 18 UTC, tetapi jadwalnya berbeda antar stasiun dan sebaiknya ditanyakan ke stasiun setempat.

Kenapa jam pengamatan cuaca memakai UTC?

Agar seluruh dunia mengambil potret atmosfer pada saat yang sama. Udara di atas Indonesia hari ini kemarin berada di tempat lain, sehingga model memerlukan keadaan atmosfer global yang serentak, lalu dipertukarkan antarnegara.

Kenapa prakiraan cuaca kadang meleset?

Karena model menghitung maju dari keadaan awal, sehingga kesalahan kecil di awal membesar seiring waktu. Selain itu pengamatan diambil di titik yang berjauhan, dan awan hujan tunggal bisa lebih kecil daripada satu kotak perhitungan model.

Apa beda prakiraan cuaca dan prakiraan musim?

Prakiraan cuaca menghitung keadaan atmosfer beberapa hari ke depan dari pengamatan terbaru, sedangkan prakiraan musim memakai aturan hitung berbasis akumulasi curah hujan dasarian untuk menetapkan awal musim di tiap zona musim.

Produk terkait

Produk yang relevan dengan halaman ini. Bandingkan spesifikasi dan harga, lalu hubungi penjualnya langsung.

Penjual terkait

Toko dengan produk sejenis. Telusuri katalog lengkap tiap penjual.

Artikel terkait

Panduan dan penjelasan seputar topik ini, untuk membantu sebelum memilih produk atau penjual.