Plat kapal adalah pelat baja yang diproduksi dan disertifikasi untuk konstruksi lambung kapal. Bedanya dengan pelat baja biasa bukan terletak pada ketebalan, melainkan pada dua hal yang tidak terlihat dari lembarannya: komposisi kimia yang dikendalikan, dan pengujian yang disaksikan oleh badan klasifikasi. Satu lembar tanpa sertifikat bukan plat kapal, berapa pun tebalnya.
Kenapa tidak bisa diganti plat hitam tebal
Lambung kapal menerima beban siklik dari gelombang, bukan beban statis. Yang menentukan aman atau tidaknya bukan hanya kuat tarik, tapi ketangguhan: kemampuan material menahan retak yang menjalar saat dibebani pada suhu rendah. Pelat konstruksi umum tidak diuji untuk itu, jadi angkanya bisa terlihat memadai sementara perilakunya tidak diketahui. Perbedaan antara pelat konstruksi dan pelat bersertifikat dijelaskan lebih jauh di arti istilah plat besi di pasaran.
Konsekuensinya bukan soal kualitas yang sedikit berbeda. Retak pada pelat konstruksi yang dipaksa bekerja sebagai pelat lambung menjalar tanpa peringatan dan tidak berhenti di sambungan las. Karena itu badan klasifikasi tidak memperlakukan sertifikat sebagai formalitas administratif: sertifikat adalah satu-satunya bukti bahwa perilaku material pada kondisi terburuk pernah benar-benar diukur.
Peran BKI dan badan klasifikasi
Di Indonesia, Biro Klasifikasi Indonesia (BKI) adalah badan klasifikasi nasional yang menerbitkan aturan konstruksi kapal dan mengawasi penerapannya. Perannya ada di dua titik yang sering dikira satu: di pabrik baja, surveyor menyaksikan pengujian pelat sebelum sertifikat diterbitkan; di galangan, surveyor memeriksa bahwa pelat yang benar-benar dipasang adalah pelat yang disertifikasi itu. Melewatkan titik kedua membuat sertifikat di titik pertama kehilangan artinya.
BKI bukan satu-satunya. Kapal yang berlayar internasional sering diklasifikasikan oleh anggota IACS lain seperti ABS, Lloyd’s Register, atau DNV. Penamaan grade-nya diselaraskan antar badan melalui IACS, sehingga AH36 berarti hal yang sama di mana pun — tetapi sertifikatnya tidak otomatis saling menggantikan. Pastikan badan klasifikasi pada sertifikat adalah badan yang akan memeriksa proyek tersebut.
Dua keluarga grade
Penamaannya mengikuti sistem yang dipakai badan klasifikasi secara internasional. Ada dua kelompok. Kekuatan normal ditulis dengan satu huruf saja — A, B, D, E. Kekuatan tinggi (high tensile) ditulis dengan huruf plus angka, misalnya AH36, di mana angkanya menunjukkan tingkat kekuatan luluh.
| Kelompok | Grade | Kuat luluh (min) | Kuat tarik |
|---|---|---|---|
| Kekuatan normal | A, B, D, E | ± 235 MPa | ± 400–520 MPa |
| High tensile 32 | AH32, DH32, EH32 | ± 315 MPa | ± 440–590 MPa |
| High tensile 36 | AH36, DH36, EH36 | ± 355 MPa | ± 490–620 MPa |
Angka-angka di atas mengikuti ABS / ASTM A131, standar yang diselaraskan antar badan klasifikasi melalui IACS. Sumber yang beredar berbeda-beda pada batas atas kuat tarik grade kekuatan normal, jadi perlakukan tabel ini sebagai rentang acuan. Yang mengikat untuk sebuah proyek adalah aturan BKI yang berlaku dan angka pada sertifikat material lembaran itu sendiri — bukan tabel mana pun, termasuk tabel ini.
Huruf depannya bukan tingkat kekuatan
Ini bagian yang paling sering dibaca terbalik. AH36, DH36, dan EH36 punya kuat luluh yang sama, sekitar 355 MPa. Membeli EH36 tidak membuat konstruksi lebih kuat daripada AH36. Yang berbeda hanya suhu saat uji impak Charpy V-notch dilakukan.
| Huruf | Suhu uji impak | Artinya |
|---|---|---|
| A | 0 °C | Perairan tropis dan pelayaran umum |
| D | −20 °C | Ketangguhan terjaga pada suhu lebih rendah |
| E | −40 °C | Dirancang untuk lingkungan dingin ekstrem |
Untuk perairan Indonesia, grade A dan AH36 adalah yang lazim. Meminta EH36 tanpa alasan lingkungan berarti membayar pengujian yang tidak akan pernah menjadi relevan.
Ukuran dan ketebalan yang beredar
Plat kapal tidak memakai lembaran 1200 × 2400 mm seperti plat hitam eceran. Ukuran yang beredar jauh lebih besar, karena sambungan las adalah titik lemah dan semakin sedikit sambungan semakin baik.
| Ukuran lembaran | Setara | Ketebalan umum |
|---|---|---|
| 1500 × 6000 mm | 5 × 20 ft | 3–50 mm |
| 1830 × 6000 mm | 6 × 20 ft | 3–50 mm |
Untuk menghitung berat lembaran sebelum memesan, rumus dan contohnya ada di cara menghitung berat plat besi — rumusnya sama, karena massa jenis baja tidak berubah antar grade. Rentang ukuran pelat non-kapal dibahas terpisah di ukuran plat besi standar.
Ketebalan tidak dipilih bebas. Aturan klasifikasi menetapkan tebal minimum per bagian konstruksi, dan angkanya naik pada bagian yang menerima beban terbesar. Sebagai gambaran, kajian konstruksi double bottom pada kapal suplai memakai rentang 9 mm sebagai batas bawah, 14 mm sebagai nilai menengah, dan 20 mm sebagai batas atas. Angka itu hasil perhitungan untuk kapal tersebut, bukan patokan umum — tebal untuk sebuah proyek selalu keluar dari perhitungan yang disetujui badan klasifikasi, bukan dari tabel.
Di mana plat kapal dipakai selain di kapal
Kombinasi kuat luluh tinggi dan ketangguhan membuat pelat ini dipakai di luar galangan, terutama pada struktur yang menerima beban berulang atau benturan:
- Tongkang dan ponton — tetap struktur apung, sehingga tetap di bawah pengawasan klasifikasi.
- Struktur lepas pantai — dermaga, jetty, dan platform yang terendam sebagian dan menerima beban gelombang.
- Tangki penyimpanan besar — dinding yang menahan tekanan hidrostatis pada sambungan las panjang.
- Alat berat — rangka dan bodi yang menerima benturan, meski permukaan yang tergerus tetap memerlukan pelat tahan aus, bukan pelat kapal.
Di proyek non-kapal, sertifikat klasifikasi tidak selalu diwajibkan. Yang tetap berlaku: kalau sertifikatnya tidak diminta, harganya tidak seharusnya mengikuti harga pelat bersertifikat.
Bedanya dengan SS400
SS400 adalah grade pelat konstruksi JIS G3101 dengan kuat tarik 400–510 MPa. Angkanya tampak berdekatan dengan grade kekuatan normal, dan di sinilah substitusi sering terjadi. Tapi SS400 tidak mensyaratkan uji impak, komposisi kimianya tidak dikendalikan seketat pelat kapal, dan tidak ada surveyor yang menyaksikan pengujiannya. Untuk pekerjaan yang akan diperiksa badan klasifikasi, SS400 akan ditolak — bukan karena lemah, tapi karena tidak dapat dibuktikan.
Yang harus diminta saat memesan
Mintalah mill test certificate dari pabrik pembuat, bukan surat keterangan dari penjual. Yang perlu dicocokkan: nomor heat pada sertifikat harus sama dengan marking pada lembaran, grade harus tertulis utuh (misalnya "AH36", bukan "A36" — keduanya grade yang berbeda), dan stempel badan klasifikasi harus ada. Tanpa ketiganya, yang dibeli adalah pelat baja biasa dengan harga pelat kapal.
Kalau yang dibutuhkan bukan ketangguhan
Plat kapal menjawab beban siklik dan suhu rendah. Dua kebutuhan lain sering tertukar dengannya:
- Ketahanan aus — material abrasif yang menggerus permukaan. Yang dibutuhkan kekerasan, bukan ketangguhan, dan jawabannya wear plate 400 HB. Kekerasan Brinell bukan ketebalan, dan bukan pula kuat tarik.
- Ketahanan korosi — paparan bahan kimia atau suhu tinggi. Jawabannya plat stainless steel 310S, yang menahan oksidasi lewat lapisan kromium, bukan lewat pengecatan.
Gambaran menyeluruh jenis pelat dan peruntukannya ada di jenis-jenis plat besi. Untuk menanyakan ketersediaan dan spesifikasi, hubungi Supra Awali.