Saat memilih plat stainless steel untuk kebutuhan industri, tiga grade yang paling sering dibandingkan adalah SS310, SS304, dan SS316. Ketiganya berasal dari keluarga austenitik, namun masing-masing dirancang untuk spesifikasi dan kondisi kerja yang sangat spesifik. Pemilihan grade yang tepat sangat penting untuk mencegah risiko kegagalan material sebelum waktunya (undersized) maupun pemborosan anggaran akibat spesifikasi yang berlebihan (oversized).
Tabel Perbandingan Spesifikasi SS304, SS316, dan SS310/310S
Berikut adalah perbandingan parameter teknis, komposisi kimia, serta estimasi harga antara ketiga grade stainless steel:
| Parameter | SS 304 | SS 316 | SS 310 / 310S |
|---|---|---|---|
| Kromium (Cr) | ~18% | ~16–18% | 24–26% |
| Nikel (Ni) | ~8% | ~10–14% | 19–22% |
| Molibdenum (Mo) | Tidak ada | ~2–3% | Tidak ada |
| Suhu Kerja Maks. (Kontinu) | ±870°C | ±870–925°C | ±1.100–1.150°C |
| Ketahanan Korosi Klorida/Laut | Cukup | Sangat Baik | Cukup (Bukan Spesialisasi) |
| Harga Relatif | Paling Ekonomis | 20–30% Lebih Mahal dari SS304 | Paling Mahal (Kandungan Ni Tertinggi) |
| Aplikasi Ideal | Kebutuhan umum, dapur, tangki air | Kimia, farmasi, kelautan, pesisir | Furnace, boiler, suhu ekstrem |
SS 304: Pilihan Ekonomis untuk Kebutuhan Standar
SS304 adalah grade paling populer karena menawarkan efisiensi biaya dan performa optimal untuk kebutuhan standar. Material ini memiliki ketahanan korosi yang baik di lingkungan indoor maupun paparan bahan kimia ringan. Namun, SS304 tidak dirancang untuk lingkungan bersuhu ekstrem atau daerah berkadar klorida tinggi seperti air laut. Aplikasi umumnya mencakup peralatan dapur industri, railing, tangki air, dan komponen mesin ringan.
SS 316: Spesialis Ketahanan Korosi dan Lingkungan Agresif
Keunggulan utama SS316 terletak pada penambahan unsur molibdenum (~2-3%), yang secara signifikan meningkatkan resistensi terhadap pitting corrosion dan crevice corrosion akibat klorida. Hal ini menjadikan SS316 pilihan utama untuk aplikasi di industri kimia, farmasi, fasilitas pengolahan limbah, peralatan kelautan, serta instalasi di daerah pesisir pantai. Performa suhu tingginya juga sedikit lebih stabil dibanding SS304.
SS 310/310S: Spesialis Operasional Suhu Ekstrem
SS310 dan varian rendah-karbonnya (310S) dirancang khusus untuk operasional pada temperatur kerja yang sangat tinggi secara kontinu. Berkat tingginya kandungan kromium dan nikel, material ini membentuk lapisan oksida yang sangat stabil bahkan pada suhu di atas 1.000°C. Grade ini merupakan standar utama untuk komponen furnace, boiler, muffle, dan peralatan heat treatment, meskipun kurang dioptimalkan untuk korosi klorida lingkungan laut.
Panduan Cepat Pemilihan Grade Stainless Steel
Gunakan kriteria operasional berikut untuk menentukan material yang paling efisien:
- Suhu Kerja di Atas 1.000°C: Pilih SS310/310S untuk furnace, boiler, dan peralatan pemanas ekstrem.
- Lingkungan Laut & Bahan Kimia Agresif: Pilih SS316 untuk area pesisir, farmasi, atau paparan klorida tinggi.
- Aplikasi Umum & Anggaran Terbatas: Pilih SS304 untuk tangki air, peralatan dapur, dan konstruksi umum ringan.
SS310 vs SS310S: Bedanya Hanya Karbon, Akibatnya Besar
Dua kode ini sering dianggap sama dan sering tertukar saat memesan. Komposisi utamanya memang identik — kromium 24–26% dan nikel 19–22% pada keduanya. Yang berbeda hanya satu unsur: karbon.
| Parameter | SS310 | SS310S |
|---|---|---|
| Karbon (C) maks. | 0,25% | 0,08% |
| Kromium (Cr) | 24–26% | 24–26% |
| Nikel (Ni) | 19–22% | 19–22% |
| Mampu las | Lebih rentan presipitasi karbida | Lebih baik |
| Kekuatan suhu tinggi | Lebih tinggi | Sedikit lebih rendah |
Karbon yang lebih rendah pada 310S menekan presipitasi karbida dan sensitisasi di daerah terpengaruh panas (HAZ) saat pengelasan. Untuk pekerjaan yang banyak dilas, itu perbedaan yang menentukan.
Pertukarannya: karbon lebih rendah juga menurunkan kekuatan pada suhu tinggi. Jika beban mekanis pada suhu kerja menjadi pertimbangan utama, karbon yang lebih tinggi justru dibutuhkan.
Satu hal yang perlu diperiksa saat memesan: material bersertifikat ganda (dual certified 310/310S) dapat memiliki kandungan karbon di bawah 0,04% — cukup rendah hingga tidak memenuhi syarat sebagian pekerjaan suhu tinggi. Angka sebenarnya ada pada sertifikat material, bukan pada kodenya. Spesifikasi lengkapnya dibahas di spesifikasi teknis plat SS310S menurut ASTM A240 dan perbedaan SS310 dan SS310S.
SS201: Grade yang Paling Sering Tertukar dengan SS304
Di pasar Indonesia, pertanyaan yang paling sering muncul bukan 304 lawan 316, melainkan 201 lawan 304 — karena keduanya terlihat sama dan selisih harganya besar.
SS201 menekan biaya dengan mengurangi unsur termahalnya, yaitu nikel. Kandungan nikelnya kira-kira separuh dari SS304 — sekitar 3,5–5,5% dibanding minimal 8% pada 304 — dan digantikan mangan (sekitar 5,5–7,5%) serta nitrogen.
Akibatnya langsung terasa pada ketahanan korosi. Nikel adalah unsur yang menstabilkan struktur austenitik dan menopang ketahanan korosi; menggantinya dengan mangan menurunkan kemampuan itu, terutama di lingkungan lembap, berkadar klorida, atau dekat pantai.
SS201 bukan material buruk pada tempatnya — untuk pemakaian dalam ruangan, kering, dan tidak kritis, ia bekerja dengan baik dengan harga jauh lebih rendah. Masalahnya muncul ketika ia dipasang di tempat yang dirancang untuk 304, atau ketika pembeli membayar harga 304 dan menerima 201.
Cara Memeriksa Grade: Tes Magnet Tidak Bisa Diandalkan
Ini perlu ditegaskan karena keliru luas: magnet tidak dapat membedakan SS201 dari SS304.
Keduanya berasal dari keluarga austenitik. Dalam kondisi anil, keduanya praktis tidak magnetis — dan keduanya menjadi magnetis setelah pengerjaan dingin (ditekuk, dirol, dipotong, ditarik). Pelat 304 asli yang sudah mengalami pengerjaan dingin akan menempel pada magnet, dan pelat 201 dalam kondisi anil tidak akan menempel.
Artinya tes magnet dapat memberi hasil yang salah ke dua arah sekaligus. Yang dapat diandalkan:
- Sertifikat material pabrik (mill test certificate) — cocokkan nomor heat pada sertifikat dengan marking pada pelat. Ini cara termurah dan paling kuat, dan seharusnya diminta pada setiap pembelian.
- Analisis XRF — alat genggam yang membaca komposisi secara langsung. Paling meyakinkan, tetapi memerlukan alat.
- Uji titik (spot test) nikel atau mangan — menyasar tepat pada unsur yang membedakan kedua grade.
Uji percikan (spark test) sering disebut, tetapi sumber-sumber saling bertentangan tentang warna dan bentuk percikan tiap grade. Perlakukan hasilnya sebagai indikasi awal, bukan bukti.
Kesalahan Pemilihan yang Paling Mahal
Tiga pola yang berulang, dan semuanya baru terlihat setelah material terpasang:
- Memakai SS304 di lingkungan pesisir. Klorida dari udara laut menyebabkan korosi sumuran (pitting) — kerusakan setempat yang menembus pelat sementara permukaan di sekitarnya masih terlihat bagus. Untuk itu SS316 dengan molibdenumnya yang menjadi jawaban.
- Memakai SS316 untuk suhu tinggi. Molibdenum menjawab korosi, bukan panas. Pada suhu kerja di atas kemampuannya, yang dibutuhkan SS310/310S dengan kromium 24–26%.
- Memakai SS310 untuk lingkungan laut. Kebalikan dari kesalahan sebelumnya, dan lebih mahal: 310 adalah grade termahal di tabel ini, tetapi ketahanan kloridanya bukan keunggulannya.
Pola yang sama berlaku pada pelat baja lain: kekerasan, ketangguhan, dan ketahanan korosi adalah tiga sifat berbeda yang tidak saling menggantikan — lihat jenis-jenis plat besi.
Cari Supplier Plat Stainless Steel untuk Aplikasi Industri Anda?
PT Supra Awali, supplier plat stainless steel, melayani kebutuhan plat stainless steel untuk berbagai sektor industri dengan pengiriman ke seluruh Indonesia. Konsultasikan aplikasi spesifik Anda ke PT Supra Awali
